Senin, 06 Februari 2012

PEDANG RASULULLAH SAW

“Salut hulu pedang Rasulullah saw. terbuat dari perak.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir, dari ayahnya dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Samurah mengaku bahwa ia membuat pedangnya meniru pedang Rasulullah saw. Sedangkan pedang Rasulullah saw. itu berbentuk Hanafiyya*.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin syuja’ al Baghdad, dari Abu `Ubaidah al Haddad, dari`Utsman bin Sa’id, yang bersumber dari Ibnu Sirin r.a.)
• Pedang Hanafiyya adalah pedang yang di buat oleh suku Bani Hanifah. Pedang buatan Bani Hanafiah terkenal bagus dan halus pembuatannya.

BAJU BESI RASULULLAH SAW
“Sesungguhnya Rasulullah saw. pada waktu ghazwah Uhud memakai dua baju besi. Sungguh beliau memakai keduanya secara rangkap.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Shufyan bin `Uyainah, dari Yazid bin Khushaifah,yang bersumber dari Saib bin Yazid)
TOPI BESI RASULULLAH SAW
“Sewaktu Rasulullah saw. memasuki kota Mekkah (dihari Pembebasan), beliau memakai topi besi. Kemudian ditunjukkan orang kepadanya : `ini Ibnu Khathal*bersembunyi di dinding Ka’bah (disebabkan takut). Nabi saw. bersabda :
“Bunuhlah dia!” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Sebenarnya terjemahan topi besi tersebut kurang tepat sebab yang dimaksud topi besi di sini adalah rantai besi yang dijalin rapi, dibuat dengan ukuran kepala kemudian dapasang di dalam kopiah.
• Ibnu Khatal ialah seorang dari empat penjahat yang amat memusuhi Islam dan tidak mendapatkan pengampunan umum dari Rasulullah saw. Tiga lainnya ialah Huwairits bin Nuqaid, `Abdullah bin Abi Sarh dan Muqais bin Shababah. Namun, sebelum eksekusi,`Abdullah bin Abi Sarh masuk Islam. Dengan demikian `Abdullah bin Abi Sarh selamat dari
hukuman.
SARUNG RASULULLAH SAW
“‘Aisyah r.a. memperlihatkan kepada kami pakaian yang telah kumal serta sarung yang kasar, seraya berkata :”Rasulullah saw. dicabut ruhnya sewaktu memakai kedua pakaian ini”.
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Ismail, dari Ayub, dari Humaid bin Hilal, dari Abi Burdah yang bersumber dari bapaknya).
“‘Utsman bin Affan r.a. memakai sarung yang tingginya mencapai setengah betisnya. `Utsman berkata : “Demikianlah cara bersarung sahabatku (yakni Nabi saw.)”.(Diriwayatkan oleh Suwaid bin Nashr, dari `Abdullah bin al Mubarak, dari *Musa bin `Ubaidah, dari Ayas bin Salamah bin al Akwa’ yang bersumber dari bapaknya).
• Musa bin `Ubaidah, menurut Imam Ahmad periwayatannya tidak syah.”Rasulullah saw. memegang ototbetis kakiku dan betis kakinya, lalu bersabda:”inilah tempat batas sarung. Jika kau tidak suka di sini, maka boleh juga diturunkan lagi. Jika kau tidak suka juga, maka tidak ada hak lagi bagi sarung menutup kedua mata kaki”.(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Abul Ahwash, dari Abi Ishaq, dari Muslim bin Nadzir, yang bersumber dari *Hudzaifah Ibnul Yaman r.a.)
• Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia adalah sahabat Rasulullah saw. Ia masuk Islam sebelum ghazwah Badar. Ia wafat tahun 36 H.

Rabu, 01 Februari 2012

Putra Putri Rasululloh SAW

Putra Nabi
Abdullah bin Muhammad
Putra beliau dari Khadijah, meninggal ketika masih kecil.
Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H)
Putra Nabi dari Mariah Qibtiah. Dia hanya hidup selama 18 bulan. Nabi menyaksikan ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir sambil meneteskan air mata, beliau berkata “mata boleh meneteskan air, hati boleh bersedih, tapi kita tidak boleh mengucapkan kalimat yang tidak diridai Allah”.
Qasim bin Muhammad
Putra beliau dari Khadijah yang meninggal ketika masih kecil.
Putri Nabi
Fatimah binti Muhammad (wafat 11 H)
Putri bungsu Rasulullah SAW dari Khadijah yang paling disayangi oleh Rasulullah SAW. Dia tergolong wanita Quraisy yang genius dan pintar bicara. Dia menikah dengan Ali bin Abu Thalib. Dari perkawinan ini lahirlah Hasan, Husain, Ummi Kultsum dan Zainab. Dia meninggal 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah. Dan dari Fatimah Az-Zahro¡¦ini lahirlah dzuriyah Rasul sampai sekarang, yang di masyarakat lazim dijuluki Sayid, Habib ataupun Syarief.
Ruqaiah binti Muhammad (wafat 2 H)
Putri Rasulullah SAW. dari Khadijah yang dipersunting oleh Utbah bin Abu Lahab sewaktu Jahiliah. Setelah munculnya Islam dan turunnya ayat yang berarti “Celakalah kedua tangan Abu Lahab dan dia juga akan celaka” (S. Al-Masad ayat 1)dia langsung dicerai oleh suaminya atas perintah Abu Lahab. Dia memeluk Islam bersama ibunya. Kemudian dia dinikahi oleh Usman bin Affan dan ikut bersama suaminya hijrah ke Abessina (habasyah ), kemudian mereka kembali dan menetap di Madinah seterusnya meninggal di kota itu pula.
Ummi Kultsum binti Muhammad (wafat 9 H/639 M)
Putri Rasulullah dari Khadijah yang dipersunting oleh Utaibah bin Abu Lahab pada masa Jahiliah. Setelah turunnya ayat yang artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia juga akan binasa.” (S. Al-Masad ayat 1) ia dicerai oleh Utaibah atas perintah Abu Lahab. Sepeninggal kakaknya, Ruqaiyah, istri pertama Usman dia dinikahi oleh Usman bin Affan. Dia ikut berhijrah ke Madinah.
Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.)
Putri sulung Rasulullah yang dipersunting oleh Abul Ash bin Rabi’. Dia memeluk agama Islam dan ikut hijrah ke Madinah, sementara suaminya bertahan dalam agamanya di Mekah sampai dia tertawan dalam perang Badar. Di saat itu, Rasulullah meminta kepadanya untuk menceraikan Zainab, lalu diceraikannya. Setelah dia masuk Islam, Rasulullah SAW. mengawinkan mereka kembali.

Benteng Khaibar

Pada perang Khaibar ketika semangat kaum muslim mengendur dan merasa tidak mampu untuk menghancurkan benteng Khaibar, orang-orang menunggu dengan gelisah dan ketakutan, karena sebelumnya Abu Bakar dan Umar tidak ada yang mampu menghancurkan benteng, bahkan ˜Umar memuji keberanian pemimpin benteng, Marhab,yang luar biasa yang membuat Nabi dan para komandan Islam kecewa atas pernyataan Umar ini.
Kebisuan orang-orang sedang menunggu dengan gelisah dipecahkan oleh kata-kata Nabi, Dimanakah Ali? Dikabarkan kepada beliau bahwa ˜Ali menderita sakit mata dan sedang beristirahat di suatu pojok. Nabi bersabda, Panggil dia.Ali diangkut dengan unta dan diturunkan di depan kemah Nabi. Pernyataan ini menunjukkan sakit matanya demikian serius sampai tak mampu berjalan. Nabi menggosokkan tangannya ke mata ˜Ali seraya mendoakannya. Mata ˜Ali langsung sembuh dan tak pernah sakit lagi sepanjang hidupnya. Nabi memerintahkan Ali maju, menurut riwayat pintu benteng Khaibar itu terbuat dari batu, panjangnya 60 inci, dan lebarnya 30 inci. Mengutip kisah pencabutan pintu benteng Khaibar itu dari Ali melalui jalur khusus, Saya mencabut pintu Khaibar dan menggunakannya sebagai perisai. Seusai pertempuran, saya menggunakannya sebagai jembatan pada parit yang digali kaum Yahudi. Seseorang bertanya kepadanya, Apakah Anda merasakan beratnya? Ali menjawab, Saya merasakannya sama berat dengan perisai saya. Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain selain peperangan untuk melawan kebejatan kaum kafir Quraisy, banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Nabi, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Kaâbah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.

Senin, 30 Januari 2012

cerita sekaligus nasehat,

Sore itu berkumpullah tiga orang anak menghadapi bapak mereka yang sedang menunggu ajalnya, ketiga anak itu, Harben, Anis dan Amshol. Dari ketiga anak itu hanya Harben dan Anis yang paling disayang dan dibanggakan oleh bapak mereka. Namun sebelum ajal menjemput bertanya Bapak kepada anak-anaknya tersebut.

“Anak-anakku bapak mau bertanya, kalau memang Allah menjemput bapak hari ini apa yang akan kalian lakukan?”
Satu-persatu anak-anaknya menjawab, dimulai dari Harben kemudian Anis selanjutnya Amshol.

“Ya kalo Bapak mati, saya sih cuma bisa bilang satu kata aja Pak” jawab Harben, anak yang paling disayangnya. Dia sangat berharap anaknya itu bisa meneruskan apa yang sudah dia rintis dan dapat membantunya kelak.
“Apa itu Harben?”
“Good bye…”

Bapaknya itu sedih luar biasa, ternyata anak yang sangat disayang, balasannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Siang malam dia memikirkan Harben, bahkan sampai tidak tidur saat menjaga anak yang sangat disayangnya tersebut, tapi ternyata hanya begitu balasan kasih sayang yang pernah dia berikan.

Dengan perasaan yang masih sedih, denga sedikit berharap dia bertanya ke Anis, anaknya yang sangat dia bangga-banggakan. Anaknya ini, dia sangat banggakan karena setiap pertemuan dan rapat-rapat dengan teman-temannya tidak lupa di selalu menyebut dan membanggakan Anis.

“Kalo nanti Bapak meninggal, ya saya akan antar Bapak ke kuburan” Jawab Anis.
“Sudah itu?” Muka Bapak itu sedikit cerah mendengar jawaban anaknya itu.
“Ya udah itu pulang lah, masak saya menunggu Bapak di kuburan. Nggak lah yaaa…”

Hancur, hancur berkeping-keping hati bapak itu. Kedua anak yang sangat disayang dan dibangga-banggakan tidak bisa menyayangi dan membuatnya bangga menjelang ajalnya saat ini. Rasanya apa yang telah dia lakukan, menyayangi dan membanggakan kedua anaknya itu sia-sia saja. Dengan sedikit menunduk malu dia bertanya kepada Amshol, anak yang sejak dulu selalu dia lupakan.
“Kalau bapak meninggal nanti, saya akan mengantar bapak ke kubur dan akan menemani Bapak sampai Bapak nanti bertemu Allah di akhirat” Jawab Amshol.

Meleleh air mata Bapak tersebut, menangis terharu. Ternyata anak yang selama ini dia lupakan begitu sangat menyayanginya. Dia peluk Amshol, anaknya itu. Dengan tenang dia menghembuskan nafas dengan tersenyum menanti perjumpaannya dengan Allah.
* * *
Teman, cerita di atas sebenarnya adalah perumpamaan saja. Ketiga anak tersebut adalah juga kepunyaan kita juga, saat ini.

Harben; Harta Benda, adalah kepunyaan kita yang selalu kita sayangi. Siang malam kita cari, tapi begitu ajal menjemput dia hanya akan mengucapkan “selamat tinggal” buat kita. Tidak mungkin kita membawa rumah dan mobil kita ke liang lahat. Uang yang kita kumpulkan tidak bisa menyogok malaikat yang akan bertanya soal apa yang sudah kita perbuat di dunia.

Anis; Anak dan Istri, seberapapun sayang kita kepada mereka tidak ada seorangpun yang mau ikut kita di kuburan. Mereka akan mengantar kita ke kubur, tapi setelah jasad kita ditanam, merekapun kembali pulang.

Hanya Amshol; Amal Sholeh yang akan menemani kita di alam kubur, memberi penerang buat kubur kita sampai nanti kita bertemu Allah di masa akhirat nan kekal.

Wallahu’alam

Kontributor: Awal Moedzakir Awaludin@snsgroup.co.id
by: EMBUN HATI

~✿ Jika Cinta itu Damai ✿~

"syaitan itu menampakkan yg haram itu indah dan benar bagim dan juga yg halal itu susah dan tidak benar bagimu..."

ketika cinta kepada Allah,
cinta pada Allah tiada penghujungnya

Sekiranya,
kita cinta kepada manusia
kita akan cemburu kepada orang yang mencintai orang yang kita cintai.
Tetapi sekiranya,
kita cintakan Allah, kita akan turut mencintai orang yang melabuhkan cintanya kepada Allah juga.

Ya Allah,
andainya dia adalah jodoh yang di tetapkan olehMu kepadaku.
Maka, tanamkanlah ke dalam hatiku cinta kepadanya adalah karenaMu,
dan tanamkanlah ke dalam hatinya, cinta kepadaku adalah karenaMu,
Namun, andainya dia bukanlah jodoh yang ditetapkan olehMU kepadaku,
berikanlah aku kekuatan agar pasrah dan IKHLAS dalam mengarungi ujian yang Kau berikan kepadaku...

kini,
ujian itu hadir lagi,
puas sudah aku sabar..
karena ku tahu benar..
cinta itu sepantasnya hanya untuk insan bernama suami..
meski PERIH, namun ku tahu kamu pasti mengerti...
karena seharusnya kamu tahu..
tindakanku menjauhimu hanya untuk kebaikanmu....

jika cinta itu damai..
pasti akan membuahkan rasa malu..
MALU untuk melalaikanmu dengan suara lunakku..
MALU untuk melekakan hati sucimu dengan kecantikan wajahku..
MALU untuk mencemarkan Iman dan Ibadah mu dengan senda gurauku..
MALU untuk menjadikan kau lalai dan alpa batas agama..
karena kau BELUM HALAL bagiku,
Dan,
karena aku BELUM HALAL bagimu,

jika cinta itu damai,
mengapakah jiwa ini gundah saat aku menghadap tuhanku..?
mengapakah hatiku derita saat aku mendengarkan azan dilaungkan..?
mengapakah suaraku sesak dengan tangisan sedang aku membaca Al-Quran..?
mengapakah fikiranku tidak tenang saat aku sujud pd Tuhanku..?

karena aku tahu Dia menyayangiku..
karena aku tahu Dia mau mengujiku..
apakah pantas seorang itu mengaku dia beriman selagi dia belum diuji?
ya,
aku diuji..
meski aku lemah...keliru..buntu cara..
akuharus kuat...dan aku mesti tabah...

karena aku tahu..

ada wanita yang ku nanti-nanti..
ada di hujung jalan ini..
jalan yg menuntut untuk aku berSABAR...
memperbaiki diri...
menjadi TEMAN HIDUP idamanmu..
yang mendamaikan jiwamu..
yang menuju RIDHA ILAHI....

hijrah itu susah, hijrah itu PAYAH..
Namun.. hijrah itu rahmah...

unchip










Senin, 23 Januari 2012

Hukuman Bagi Orang yg Meninggalkan Shalat

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.
Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.
Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.
Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjemaah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.
Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”
Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu meng-Qodhonya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.
Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih. Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah. Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat. Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW. Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidakdiangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.
Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan. ”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu.Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”Kedua, Allah tidak memandangnya. Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin..

Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”(HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat hingga terlewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di dalam neraka selama satu huqub, satu huqub sama dengan 80 tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari. Sedangkan ukuran satu hari ( di akhirat ) adalah 1.000 tahun ( di dunia ).“
( Majalisul Abrar )
Di dalam lughat, huqub artinya waktu yang sangat panjang. Tetapi menurut kebanyakan hadist, bermakna seperti di atas, yaitu 80 tahun. Perhitungan demikian tertulis dalam kitab Durrul Mantsur.
Ali r.a. pernah ditanya oleh Hilal Hijri r.a., “Berapa lamakah satu huqub itu?” Ali r.a. menjawab, “Satu huqub adalah 80 tahun, dan setahun adalah 12 bulan, dan setiap bulan adalah 30 hari dan satu hari sama dengan 1.000 tahun hari di akhirat.” Abdullah bin Mas’ud r.a. meriwayatkan dalam riwayat yang shahih bahwa satu huqub sama dengan 80 tahun.
Abu Hurairah r.a. telah mendengar langsung dari Rasulullah SAW. bahwa satu huqub sama dengan 80 tahun dan satu tahun sama dengan 360 hari dan satu hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun perhitunganmu ( di dunia ). Kemudian Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Kita jangan merasa cukup bahwa dengan iman yang kita miliki, pada akhirnya kita akan diangkat dari neraka, yaitu bila akan diangkat dari neraka setelah 28.800.000 tahun. Dan apabila disebabkan oleh dosa lainnya, maka akan lebih lama lagi mendiami neraka.”